v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

kaligrafi dari pasir

 

http://2.bp.blogspot.com/_qRX77y6b7Q8/TNMTISJEDqI/AAAAAAAAAAM/yXPX5KXdUUs/s1600/Karya+Erwin.jpg

 

 

Material yang dibutuhkan :
-. PASIR dengan bermacam warna. Meskipun pasir dapat diwarnai dengan berbagai macam warna tapi kami mengkhususkan diri hanya dengan warna alami tanpa pewarnaan, karena tiap jenis pasir dari lokasi  yang berbeda  mempunyai warna warna yang berbeda pula. Dan hasilnya gambar akan tampil lebih natural.
-. LEM KAYU, Triplek (bisa juga kertas tebal, kanvas atau media lainnya), sedikit air, dll.
Alat – alat yang diperlukan:
-. Bermacam ukuran kuas, saringan, tulis, pisau palet, dll.
Cara membuat:
-. Keringkan pasir  benar – benar kering supaya tidak menggumpal pada waktu ditaburkan
-. Saring pasir yang sudah kering supaya butirannya seragam. Saringan yang digunakan bisa bermacam – macam ukuran bila butiran yang dikehendaki bervariasi.
-. Bikin pola yang dikehendaki di atas media yang akan digunakan. Alat tulis yang digunakan harus waterprof, untuk memcegah pola hilang pada waktu dilapisi lem.
-. Olesi pola dengan lem sesuai dengan warna yang direncanakan.
-.Taburi pasir sesuai warna yang diinginkan.
-.Pisahkan pasir yang sudah ditabur dengan cara media dimiringkan atau dipukul perlahan, maka pasir yang tertinggal hanya pasir yang menempel di lem.
-Ulangi sampai pola tertutup seluruhnya.
Pelapisan pasir dilakukan setahap demi setahap sesuai dengan warna pasir. Selesaikan dulu satu warna semuanya sebelum pindah warna, supaya warna tidak bercampur. Bila diperlukan pelapisan dilakukan berulang ulang sampai ketebalan yang dikehendaki, minimal 2 kali untuk menutup permukaan. Pengulangan lapisan diulangi bila lapisan sebelumnya sudah kering. Pada proses ini untuk mendapat hasil yang bagus diperlukan kesabaran yang lebih, sehingga mungkin untuk membikin gambar seperti contoh diatas (ukuran 50x50cm) bisa memakan watu 4 hari.
-. Bila dianggap sudah beres keringkan sampai benar – benar kering dan lem mengering dengan sempurna.
-. Selesai….

 

 

 

Kaligrafi dari bambu

http://v-images2.antarafoto.com/gec/1343121001/kaligrafi-bambu-runcing-01.jpg

Kaligrafi Bambu Runcing adalah sebuah karya seni yang unik dan artistik, karya seni ini bisa berupa kaligrafi huruf arab atau latin. Nilai lebih dari karya seni ini adalah bentuknya yang unik dengan efek tiga dimensi dan natural, karena dirangkai mengikuti serat dan lengkungan bambu secara langsung, serat-serat bambu nampak jelas menambah kesan alami karya ini.

Selain unik, kualitas karya seni bambu ini juga tidak kalah bila dibandingkan dengan kerajinan kayu dan sejenisnya. Bahan dasar bambu yang dipakai adalah bambu wulung, apus, petung dan jenis-jenis bambu lain yang mempunyai ketebalan yang ideal dengan ukurannya. Bambu yang dipilih adalah bambu yang benar-benar sudah tua dan pengambilannya dilakukan pada musim kemarau agar kandungan patinya rendah.

Sebelum diolah menjadi karya seni kaligrafi, bambu harus melalui beberapa proses agar hasil dan kualitasnya bisa maksimal antara lain, pengawetan,pemotongan, penghalusan, perangkaian, pengecatan dan penempelan.

ØPengawetan dimulai dengan perendaman dalam air tergenang selama 2 minggu, diikuti oleh uap panas(oven) selama 5 jam,perebusan dalam air selama 3 jam dan perebusan dalam larutan asam klorida 3% selama 4 jam.

ØPemotongan harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati supaya hasilnya rapi dan kulitnya tidak terkelupas,

ØPenghalusan bambu dengan cara pengamplasan

ØPerangkaian dilakukan dengan mengikuti serat dan lengkungan bambu sehingga terbentuk huruf-huruf kaligrafi yang indah dengan kesan tiga dimensi.

ØPengecatan, ada beberapa pilihan pengecatan yaitu warna natural, solid dan gradasi dengan kesan glossy atau doff, agar terkesan alami biasanya dipilih cat warna natural doff.

ØPenempelan, rangkaian huruf kaligrafi disusun sesuai desain yang diinginkan dengan mengikuti lengkungan bambu tanpa menyalahi kaidah kaligrafi islam maupun latin, dan ditempelkan dengan lem khusus ke background.

ØProses akhir adalah pemberian bingkai dan kaca.